Masa Sulit Di Tengah PPKM , Warteg Terapkan Sistem Digital

masa-sulit-di-tengah-ppkm--warteg-terapkan-sistem-digital

Masa Sulit Di Tengah PPKM , Warteg Terapkan Sistem Digital
Salah satu warteg yang mengikuti tren pasar dengan jualan sistem digitao atau online. (foto istimewa)

Jakarta, Jnews

Pembatasan mobilitas ditengah pandemi Covid 19 dengan kebnijakan pemerintah yang memberlakukan PPKM secara ketat , membuat pergeseran gaya hidup masyarakat.

Termasuk warung tegal (warteg) yang semula dikenal sebagai warung kelas bawah dengan sistem jualannya yang juga tradisional.Warung yang identik dengan kelas buruh dan karyawan dengan penghasilan pas pasan ini semula tak mengenal sistem digital

Namun seiring dengan pergeseran jaman dan kondisi yang memaksa , di saat pembeli tidak boleh berkumpul, harus  jaga jarak seperti sekarang ini, mau nggak mau warteg pun harus bertransformasi.

Para pedagangnya kini menggunakan teknologi dalam berjualan agar bisa bertahan di masa pandemi.

Kini warteg  tak melayani konsumen yang makan ditempat. Namun tetap melayani pelanggan yang memesan lewat aplikasi digital.

Diakui Arianto, salah satu pemilik warteg di Kawasan Kebayoran Lama dengan menerapkan aplikasi bayar digital dan penjualan secara online kini dia bisa bertahan.

Guna mengurangi kontak fisik, Argianto  mengaku mengadakan sistem pembayaran digital, dimana konsumen cukup scan QR Code untuk melakukan pembayaran.

"Karena orang-orang sudah jarang keluar, sudah ada pembatasan makan diwarung, sudah ada pembatasan waktu 20 menit juga,"  kata Arianto kepada sejumlah wartawan.

Hal sama juag diakui  Yanto, pemilik usaha warteg di Srengseg Kebon Jeruk Jakarta Barat. Menurutnya di jalur offline, saat pandemi Covid 19,  usahanya tidak berkembang, bahkan mengalami kemunduran dengan menurunnya omset harian.

“Payah mas omset terjun bebas.Tapi setelah kami lakukan inovasi dengan digital atau sistem online, usaha kami masih bisa bertahan hingga kini.” Tuturnya.

 

(r/n)