UNJUK RASA DAN PEMOGOKAN, LUMPUHKAN BARCELONA

jagatnews.com
Reuters

JNews - Bentrokan terjadi antara polisi anti huru hara dan pengunjuk rasa di Barcelona, Jumat (18/10/2019) menyusul rasa tidak puas atas pemenjaraan para pemimpin separatis Catalan. Dilansir dari BBC News, massa melempar batu ke arah petugas dan membakar tempat-tempat sampah di tengah jalan.

EPA

Para pengunjuk rasa juga memblokir jalan tol di La Jonquera, perbatasan Spanyol - Prancis. Demonstran memblokir setidaknya 20 jalan utama di seluruh wilayah.

Sebelumnya, gereja Sagrada Familia Barcelona, salah satu tempat wisata utama kota itu, juga ditutup setelah pengunjuk rasa memblokir pintu masuknya. 

Keputusan Mahkamah Agung pada hari Senin lalu yang menjebloskan sembilan pemimpin separatis Catalan dengan hukuman penjara selama 9 hingga 13 tahun, telah memicu terjadinya kerusuhan terburuk yang dialami Spanyol selama beberapa dekade. Setidaknya 96 orang terluka ketika aksi protes menyebar di wilayah timur laut Spanyol.

Mereka dinyatakan bersalah karena hasutan dan atas peran mereka dalam referendum kemerdekaan pada tahun 2017, yang dilarang oleh pengadilan Spanyol. Tiga lainnya dinyatakan bersalah karena tidak taat dan didenda, tetapi tidak dipenjara. Ke-12 terdakwa telah membantah tuduhan itu.

Mantan Presiden Catalan, Carles Puigdemont, masih dicari oleh pihak berwenang Spanyol, karena perannya dalam referendum. Puigdemont saat ini tinggal di Belgia. 

Pada hari Rabu lalu, massa membuat barikade dan membakar pom bensin di Barcelona.

Demonstrasi besar-besaran juga terjadi di luar sebuah universitas, saat ribuan orang dari seluruh wilayah Catalonia berkumpul di Barcelona.

Para Nasionalis Catalan telah lama mengeluh bahwa wilayah mereka, memiliki sejarah yang berbeda selama hampir 1.000 tahun dan mengirim terlalu banyak uang ke bagian Spanyol yang lebih miskin melalui pajak yang dikendalikan oleh Madrid.

Wilayah Catalan memiliki populasi sekitar 7,5 juta orang, dengan bahasa, parlemen, bendera dan lagu kebangsaan mereka sendiri.

Pada bulan September lalu, sekira 600 ribu orang berkumpul di Barcelona untuk mendukung kemerdekaan Catalonia dari Spanyol.

Sementara itu, tim sepak bola Barcelona dan Real Madrid menunda pertandingan yang akan mereka mainkan pada 26 Oktober, karena khawatir terjadi kerusuhan.

HTj/JNews