SOAL POLEMIK LEM AIBON, PSI MINTA GUBERNUR TRANSPARAN

jagatnews.com
Dua politisi PSI dalam jumpa pers bebrapa waktu lalu.(foto jnews)

 

Jakarta, Jnews

Dua politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Idris Ahmad dan Rian Ernest meminta agar masalah APBD DKI Jakarta khususnya beberapa poin anggaran yang mengundang polemik diselesaikan secara baik.Bahkan menurut Rian Ernest dirinya prihatin dan menyesalkan atas buntut polemik yang ramai soal lem aibon yang berakhir dengan mundurnya dua kepala dinas dari jabatannya.

"Mestinya Gubernur Anies Baswedan untuk mengambil tanggungjawab dan bukan menyalahkan bawahannya." tutur Ria yang juga Juru Bicara PSI DKI Jakarta.

Sementara itu Idris Ahmad   politisi PSI lain yang kini duduk sebagai anggota DPRD DKI Jakarta dan sebagai Ketua Fraksi PSI di lembaga legislatif tersebut, meminta agar APBD dirilis secara terbuka untuk bisa dinilai warga Jakarta secara keseluruhan.Menurut Idris dirinya sudah meminta  pihak Bappeda untuk mengunggah seluruh dokumen secara terbuka.

"Ini merupakan uang masyarakat Jakarta, sejak awal kami secara prinsip sudah meminta kepada Kepala Bappeda untuk kembali mendorong  diunggahnya dokumen-dokumen perencanaan penganggaran dari prosesnya bukan hanya dari hasilnya, diunggah di web APBD.jakarta.go.id.Tuntutan ini menjadi sangat penting karena ini yang akan menjaga kita semua baik dari ASN anggota DPRD dan juga Warga Jakarta agar tidak ada lagi program-program yang tidak tepat sasaran. Dari sana nanti masyarakat bisa mengambil peran dari awal sehingga memang uang APBD ini dari kita untuk kita dan untuk pembangunan Jakarta yang lebih baik lagi." lanjut Idris Ahmad .

Dalam beberapa kesempatan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa pihaknya menekankan kepada seluruh jajarannya untuk berani mengakui kesalahan dan dengan tegas akan memperbaiki kesalahan tersebut.Ia juga menjelaskan bahwa sistem online yang ada sekarang memang masih belum smart karena beberapa kali harus diinput secara manual.

Seperti ramai diberitakan bahwa 2 pejabat di lingkungan Pemrov DKI Jakarta mengundurkan diri terkait penyusunan anggaran yang mengundang polemik khusnya soal pengadaan lem aibon yang cukup  menghebohkan.

Dua pejabat yang mengundurkan diri yakni  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Sri Mahendra Satria Wirawan dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Edy Junaidi.

(nas/r)