GURU MENGAJAR PAKAI HELM

jagatnews.com
Sunyono, mengajar pakai helm. (istimewa)

 

Jombang, Jnews

Cerita sekolah rusak bahkan ambruk dan menelan korban jiwa di negeri ini seakan sudah biasa.Cerita miris itupun belum lama terjadi  di Jawa Timur tepatnya di Sekolah Dasar Negeri Gentong Pasuruan  Jawa Timur.Selasa pagi 5 November 2019 sekolah yang sebenarnya belum lama direnovasi itu ambruk menimpa siswa dan guru yang tengah melakukan kegiatan belajar mengajar. Atap baja ringan dan genteng sekolah yang ambruk merenggut nyawa Irza Almira (8) dan gurunya Sevina Arsy Wijaya, serta belasan siswa luka luka tertimpa puing.

Tak ingin kejadian menimpa dirinya seperti yang terjadi di Pasuruan tersebut, seorang guru terpaksa memakai helm saat mengajar. Melindungi kepala dari jatuhnya puing jauh lebih berharga daripada membiarkan kepalanya bocor tertimpa puing bangunan sekolahnya yang sudah rapuh. Sunyono guru SDN Kepuh Kembeng 1 di Kecamatan Peterongan Jombang Jawa timur ini, melakukan aksi nyeleneh sebagai ungkapan rasa geramnya terhadap kurang perhatian pemerintah atas kondisi bangunan sekolah tempatnya mengajar.

Bukan tidak ada alasan, atau hanya buat sok gagah gagahan, namun tindakan tersebut dilakukan karena sudah kerap kali guru dan siswa di sekolah ini tertimpa puing atap yang jatuh karena lapuk. Pria yang sudah puluhan tahun mengajar ini tak ingin luka apalagi nyawanya melayang, saat mengajar akibat sekolahnya ambruk.

"Saya antisipasi aja takut terjadi apa apa. Apalagi kondisi sekolah memang sudah bertahun tahun rusak, hampir seluruh plafon di bagian atapnya jebol.Tinggal menunggu waktu saja bisa tiba tiba ambruk", tuturnya sedih.

Sunyono menceritakan di sekolahnya sudah sering terjadi sejumlah siswa dan rekan gurunya tertimpa plafon, luka akibat tertimpa puing atap tersebut dianggap musibah biasa dan bagian dari resiko mengajar di sekolah rusak.

Sunyono terpaksa harus mengenakan helm yang biasa ia pakai saat naik motor sebagai pelindung kepalanya. Sebagai seorang pengajar yang  mengedepankan budi pekerti dan keluhuran bertindak, unjuk rasa mengajar memakai helm dirasa sindiran halus yang pas buat Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang yang tak kunjung memperbaiki sekolahnya yang rusak parah.

Apalagi pihak sekolah sudah berulang kali mengajukan program rehab , namun tak kunjung mereka lakukan.Semoga telinga mereka tak tertutup seperti tertutupnya telinga pak guru Sunyono yang memang harus dilindungi dengan helm miliknya dari plafon rapuh yang sewaktu waktu bisa menimpa kepalanya.


(r/moh.bag)