REKONSTRUKSI PENYIRAMAN AIR KERAS

jagatnews.com
Tersangka lakukan rekonstruksi penyiraman air keras. (foto istimewa jnews)

Jakarta, Jnews

Penyidikan kasus penyiraman air keras di Jakarta Barat terus berlanjut.Kamis (21/11) sore polisi melanjutkan penyidikan dengan  menggelar rekonstruksi. Tersangka FY melakukan  52 adegan reka ulang selama hampir 4 jam.

Dalam proses  rekonstruksi yang berlangsung lama tersebut, polisi  mendapatkan temuan baru yang sebelumnya tidak terungkap.Yakni pengakuan  tersangka  yang juga sempat meracik  bahan kimia  di sebuah warung kopi  berlokasi di dekat Polsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Rekonstruksi oleh Subdit Jatanras Polda Metro Jaya  ini,  dilakukan oleh tersangka FY di tiga wilayah Jakarta Barat. Rekonstruksi diawali di lapangan Jatanras Polda Metro Jaya untuk  memperagakan adegan pelaku melakukan menyiraman cairan soda api ke para korban.

Tersangka memperagakan ketika ia melakukan aksi penyiraman air  keras kepada korban dengan menaiki sepeda motor, dengan membawa  membawa air keras dengan wadah botol bekas air mineral. Dalam rekonstruksi ini  polisi mengganti korban dengan pemeran pengganti.

Tersangka  memeragakan keseluruhan rangkaian adegan dengan tenang,  dari mulai membeli soda api di 2 toko bangunan berbeda dikawasan Jakarta Barat seharga 12 ribu rupiah, hingga meraciknya di ruko service ac miliknya, sebelum disiramkan ke para korban.

Dalam  adegan rekonstruksi FY diketahui membeli soda api di dalam  botol yang telah dicampur dalam air , kemudian mengendarai motor sambil  mencari korban perempuan secara acak kemudian dia membuka tutup botol
yang berisi cairan soda api dan menyiramkan ke arah korban.

Menurut Kompol Hendro Sukmono, Kanit 2 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, tersangk telah menebar teror dengan menyiramkan air keras yang terbuat dari  soda api di tiga wilayah Jakarta Barat.

penyiraman pertama menimpa  dua siswi smpn 229 Jakarta Barat yang  diserang pelaku saat kedua korban
pulang sekolah pada awal November 2019. Kemudian aksi serupa juga menimpa  seorang wanita penjual sayur keliling bernama Sakinah dikawasan kembangan  pada 8 November 2019.Dan yang ketiga penyerangan terhadap  enam siswi smpn 207 Jakarta Barat. Mereka  disiram air keras di jalan Mawar Srengseng Jakarta Barat pada 15 November  2019.

Polisi kemudian menemukan fakta baru bahwa tersangka penyiraman air keras
di kawasan dekat Polsek Kebon Jeruk pada 3 November 2019, namun peristiwa
itu tidak menimbulkan korban jiwa karena jumlah soda api yang dicampurkan
ke dalam air sedikit.

Dugaan semntara tersangka menebarkan teror penyiraman air keras untuk
mendapatkan perhatian.

(r/ag)